Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kolam Terpal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolam Terpal. Tampilkan semua postingan

Keuntungan Budidaya Ikan Lele yang Menggiurkan

Januari 18, 2018
keuntungan budidaya ikan lele
Ikan lele menjadi salah satu ikan air tawar yang diminati masyarakat Indonesia sebagai ikan konsumsi karena dagingnya yang lunak dan minim duri. Banyaknya permintaan akan ikan lele membuat masyarakat mulai berpikir untuk membudidayakan ikan berkumis ini. 

Ternyata, keuntungan budidaya ikan lele sangat menggiurkan, lo. Enggak percaya? Simak saja ulasan berikut ini.

Keuntungan budidaya ikan lele

Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Ikan Lele, Ikan Berkumis Asli Afrika. Ikan lele tak pernah dijumpai di perairan air asin atau air payau. Habitat asli ikan berkumis ini adalah di sungai, telaga, rawa, dan di sawah yang berair. 

Ikan air tawar ini ternyata termasuk hewan nokturnal, yaitu hewan yang bergerak aktif ketika malam hari untuk menangkap mangsa. Ikan lele terdiri dari beragam jenis, misalnya lele liar dan lele dumbo.

Lele dumbo sendiri sebenarnya bukan asli Indonesia, lo. Ikan berkumis jenis ini didatangkan dari negara Afrika. Banyak masyarakat Indonesia yang berminat untuk membudidayakan lele dumbo. Masa panen yang relatif singkat membuat para peternak ikan lele silau akan omzet budidaya ikan lele.

Apakah Modal Usaha Ternak Lele Terbilang Mahal? Siapa Bilang?

Jangan dulu memiliki nyali ciut. Ternyata, beternak lele dumbo tak sesulit dan semahal yang dibayangkan. Beternak lele dumbo bisa Anda lakukan dengan beragam cara mudah. Di antaranya adalah beternak lele di kolam tanah, di kolam beton atau tembok, dan di kolam terpal.

Yang banyak diminati para pemula adalah ternak lele di kolam terpal. Mengapa? Beternak lele di kolam terpal ternyata lebih banyak dilirik pengusaha pemula karena biayanya yang relatif sedikit tetapi tetap bisa menguntungkan dompet si pengusaha. 

Jika Anda membutuhkan tanah yang berkualitas untuk ternak lele di kolam tanah, maka Anda tak butuh itu jika Anda beternak lele di kolam terpal.

Anda pun tidak usah repot-repot mengecor atau membuat tembok untuk kolam bagian dalam, karena yang Anda butuhkan hanyalah terpal. Mau tahu modal usaha ternak lele kolam terpal? Ini dia rinciannya.

1.    Perkiraan Modal Utama (Pembuatan Kolam Terpal)
a.      Terpal         : Rp1.000.000

(Harga rata-ratanya adalah Rp20.000 per meter persegi dan biasanya Anda membutuhkan sekitar 50 meter persegi)

b.     Lain-lain   : Rp100.000

Jika ditotal, perkiraan modal utama yang harus dikeluarkan adalah Rp1.100.000.

2.    Perkiraan Modal Benih dan Lain-Lain
a.      Benih                         : Rp500.000

(Benih lele ukuran 5 x 6 sentimeter sejumlah 2500 ekor. Harga per ekornya adalah Rp200)

b.     Pakan                        : Rp3.000.000

c.      Vitamin                    : Rp300.000

d.     Biaya tambahan   : Rp200.000

Jika ditotal, biaya perkiraan untuk modal benih adalah Rp4.000.000

Total perkiraan modal untuk membangun usaha ternak lele di kolam terpal adalah Rp5.100.000.

Perkiraan Keuntungan Budidaya Ikan Lele Tahun 2018
keuntungan budidaya ikan lele



Setelah perkiraan modal usaha dihitung, mari kita hitung perkiraan keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Untuk menghitung perkiraan keuntungan, ini dia caranya:

1.     Lele yang bisa dipanen biasanya hanya 80% dari jumlah total benih yang dibeli. Maka, kita hanya bisa memanen 2000 ekor lele.

2.     Buatlah perkiraan untuk satu kilogram lele. Biasanya, satu kilogram akan berisi 6 ekor lele yang ukurannya besar. Maka, 2000 dibagi dengan 6. Hasilnya adalah 333 kilogram. Nah, kita bisa memanen 333 kilogram lele.

3.     Cari harga jual lele terbaru. Harga jual lele rata-rata di tahun 2018 adalah Rp20.000 per kilogram (harga pengepul) dan Rp25.000 per kilogram (harga ke konsumen).

4.     Hitung keuntungannya.

Jika kita jual kepada pengepul, maka 333 dikalikan Rp20.000. Maka, total pendapatan adalah Rp6.660.000.

Jika kita jual langsung kepada konsumen, maka 333 dikalikan Rp25.000. Maka total pendapatan adalah Rp8.250.000.

Yuk, kita hitung keuntungannya!

a.      Jika semua hasil dijual ke pengepul

Total pendapatan       : Rp6.660.000

Total pengeluaran      : Rp5.100.000

Total keuntungan adalah Rp1.560.000

b.     Jika semua hasil dijual ke konsumen secara langsung

Total pendapatan       : Rp8.250.000

Total pengeluaran      : Rp5.100.000

Total keuntungan adalah Rp3.150.000

Keutungan di atas berlaku jika Anda hanya memiliki satu buah kolam terpal saja. Lalu, bagaimana jika Anda memiliki banyak kolam? Pastinya, hasil yang Anda dapatkan juga akan lebih banyak. Menarik, bukan?

Yang Perlu Anda Perhatikan

  1. Rincian biaya modal dan keuntungan di atas hanyalah simulasi semata. Biaya bisa meningkat maupun menurun tergantung pada kondisi pasar terkini. Maka, jangan lupa untuk selalu memperbarui pengetahuan mengenai kondisi atau harga pasar saat ini.
  2. Untuk pemula, jangan langsung berharap hasil yang besar. Tetap usahakan semuanya dengan maksimal dan teruslah belajar. Jangan lupa untuk membuka diri kepada pengusaha ternak lele yang lain, misalnya dengan bergabung dengan komunitas ternak lele di media sosial atau di kehidupan nyata.
  3. Jangan mudah menyerah jika ternyata Anda menemui hambatan di tengah jalan. Hambatan atau masalah adalah hal wajar yang bisa ditemui pada setiap bisnis, termasuk ternak lele.
  4. Berdoalah sebelum dan selama menjalankan bisnis ini. Doa merupakan salah satu unsur yang bisa menentukan kesuksesan Anda.
  5. Agar bisa balik modal, setidaknya peternak lele pemula perlu setidaknya dua hingga tiga kali siklus panen. Jadi, jangan buru-buru.



Nah, itu tadi ulasan mengenai keuntungan budidaya ikan lele beserta rincian modal dan cara menghitung keuntungannya. Bagaimana, apakah Anda mulai tertarik untuk terjun di bidang ternak ikan lele? Silakan coba dan nikmati keuntungannya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat bagi Anda.

Cara Membuat Kolam Terpal Ikan Lele

Agustus 28, 2017
Cara Membuat Kolam Terpal – Hallo sahabat asikbeternak? Dalam artikel kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang cara membuat kolam terpal kerangka lengkap dengan pipa pembuangan. Selain itu, dalam pembuatan kolamm terpal kali ini yang akan saya bagikan yaitu dengan menggunakan kerangka bambu sebagai cara yang alternatif, mudah, murah, dengan ketahanan yang cukup lama.

Baca Juga ;


Pembuatan kolam terpal ini tidak membutuhkan lahan yang cukup luas tentunya, cukup dengan membuat kerangka dari bambu di atas tanah tanpa harus menggali tanah. Cara pembuatan kolam terpal ini juga di buat dengan pipa pebuangan sekaligus mengatur dala ketinggian kolamnya. Pembuatan kerangka bambu ini bisa kita kira-kirakan dengan ukuran 2 x 4 m dan terpal 4 x 6 meter. Jumlah bambu untuk pembuatan kerangka ini sekitar 10 biji kurang lebih dengan rata-rata memiliki panjang 7 meter.


Cara Membuat Kolam Terpal Kerangka dengan Pipa Pembuangan

1. Pembuatan Dinding Kerangka Kolam

Langkah pertama buatlah bambu dengan masing-masing ukuran 2 dan 4 meter. Anda bisa menyesuaikan sendiri jumlah bambu yang akan di potong dengan kerapatan bilah pagar, dan semakin lebih rapat maka kontruksi kerangka akan semakin kuat.



2. Penggerajian Bambu-bambu

Dala hal ini bertujuan agar tidak tejadi kebocorran pada terpal. Maka sebelum di lakukan proses pemakaian paku, alangkah baiknya bambu-bambu ini harus di raut sampai halus. Namun jika persediaan bambu terbatas, lebih baik untuk memprioritaskan kerapatan pagar tersebut pada bagian bawah.



3. Pagar Kolam dari Bambu

Buatlah dua pagar dengan ukuran masing-masing 1 x 2 dan 1 x 4. Pada bagian pagar yang lebih  rapat bisa di letakan pada posisi bawah dan pada bagian pagar yang halus di posisikan sebelah dalam. Setelah itu, tanalah patok-patok bambu yang utuh yang telah di belah menjadi dua.


4. Kerangka Bambu Kolam Terpal

Pagar dinding kolam anda bisa memasangnya dengan cara di paku atau di ikat, dan semakin banyak patokan yang di gunakan maka dinding kolam akan semakin lebih kuat. 
Sebelum memasang kola terpal, buatlah terlebih dahulu saluran pipa untuk pembuangan air kolam.

5. Pemasangan Pipa

Pipa pembuangan ini bertujuan untuk pengurasan kolam jika ingin mengganti airr yang baru atau saat pasca panen lele. Pipa ini bisa anda pakai yang cukup lebih besar agar proses pengurasan aiir lebih cepat. Manfaat penggunaan pipa ini juga bertujuan untuk mengatur volume ketinggian air.

Bahan-bahan yang harus di siapkan antara lain seperti :

Klem selang / Clap yang berbentuk ring dengan screw sekrup yang cukup padat dikendorkan dan di kencangkan. Anda bisa mendapatkannya di bengkel-bengkel yang bekas atau yang baru di toko-toko onderdil motor atau mobil.
Pipa sambungan keni atau siku
Pipa paralon size 2
Ban bekas dengan kondisi yang cukup baik dan baik pakai

Alat-alat yang harus di siapkan antara lain seperti :

Cutter / lem
Tali
Lem
Tali
Obeng minus

Langkah-langkah kerja antara lain sebagai berikut :

Langkah pertama, tandai terlebih dahulu terpal yang akan di lubangi atau di buat tempat pipa pembuangan. Kemudian masukan ujung keni siku pada terpal, namun sebelumnya anda harus memastikan ujung yang ada di bawah terpal haru searah ke bawah tempat pebuangan.
Kemudian ikat terpal dengan pipa menggunakan ban bekas yang telah digunting berbentuk silinder dengan ukuran 2 cm. Rapihkan terpal yang sudah di ikat tadi dengan pipa supaya rapih, halus, dan tidak ada lekukan.
Setelah itu pasang klem pipa dengan tujuan memperkuat terpal yang tersambung dengan pipa. Klem atau begel dengan bahan stainles tidak berkarat ini bisa di anda dapatkan di toko bangunan.
Putarkan screw menggunakan obeng pada clam pipa agar lebih kencang. Selannjutnya, bukalah terpal yang sudah di beri tanda agar berlubang. Anda bisa menggunakan pisau cutter yang cukup tajam agar halus dalam peotongannya. Kemudian anda bisa menambahkan lem pada bagian area luar antara lingkaran pipa agar lebih kuat.
Pada bagian lubang terpal di pasang pipa untuk mengatur volume ketinggian air
Kemudian pada sambungan pipa siku di bawah terpal akan di masukan pipa paralon untuk pembuangan air keluar.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih rapih, dalam peasangan klem selang bisa di bagian luar. Tentunya hasilnya akan lebih rapih, namun resikonya kle yang telah di pasang jadi pada bagian bawah terpal susah untuk di kendorkan atau di kencangkan skrupnya jika suatu saat akan di rubah lagi.
Pada bagian saluran ini harus di tepatkan pada ketinggian tanah rendah agar air yang di alirkan keluar dapat mengalir lebih deras. Kemudian bersihkan dalam area yang akan di pasang terpal dari batu-batu, genteng, atau kerikil lainnya.

Baca Juga ;


6. Pasang Terpal pada Kerangka Bambu

Pada bagian akhir, terpal ini bisa di kaitkan pada pagar-pagar bambu dengan menggunakan kawat atau tali.


Itulah beberapa cara membuat kolam terpal lele. Semoga kedepannya bisnis ternak ikan lele anda bisa lebih berkebang dan pesat lagi, dan semoga inforasi ini bermanfaat serta menjadi bahan referensi untuk anda khususnya para peternak. Terimakaksih...

Seoga Sukses Selalu, Semangattt... ^_^