Loading...
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan

Cara Beternak Lele Dumbo untuk Pemula

Januari 07, 2018
Ikan lele sejak dahulu memang sudah menjadi salah satu makanan favorit orang Indonesia. Maka dari itu, bisnis beternak lele memang menjanjikan. Untuk membudidayakan lele, Anda perlu lokasi atau tempat yang memadai. Di sini, akan dibahas mengenai cara beternak lele dumbo yang baik.
Untuk memulai usaha ternak lele dumbo, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu. Berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk beternak lele dumbo.
cara beternak lele dumbo

Baca juga :

Lokasi atau Kolam

Untuk beternak lele dumbo, pikirkan terlebih dahulu mengenai lokasi untuk membuat kolam lele. Kolam ikan lele dumbo harus mudah terlihat dari atas supaya lebih mudah diawasi. Untuk pembuatan kolam ikan lele dumbo, ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh.

1.    Kolam Ikan Lele Dumbo di Tanah

Untuk cara pertama ini Anda hanya memerlukan tanah yang cocok untuk dibuat kolam. Cara beternak lele dumbo dengan kolam tanah merupakan sebuah cara yang mudah untuk mengawali bisnis ternak lele. Anda bisa menggunakan kolam dengan ukuran yang sesuai dengan keinginan Anda. Namun, lebih baik Anda memiliki beberapa kolam kecil daripada satu buah kolam berukuran besar.
Untuk ukuran kolam yang direkomendasikan yaitu sekitar 7 x 5 meter, dengan kedalaman satu meter saja. Untuk mempersiapkan kolamnya, Anda cukup melakukan cara-cara di bawah ini.
1.     Gali tanah sesuai ukuran di atas.
2.     Usahakan tanah yang baru digali tersebut dibiarkan 2-3 hari hingga kering.
3.     Setelah tanah benar-benar kering, tebarkan pupuk kandang di sekitar tanah dengan 600-800 gram untuk setiap satu meter perseginya.
4.     Tebarkan pula kapur 1 gram saja untuk setiap satu meter perseginya.
5.     Biarkan kolam selama 2 hari.
6.     Setelah didiamkan 2 hari, isilah kolam tersebut dengan air hingga ketinggian 30 cm.
7.     Tunggu beberapa hari hingga kolam terlihat menghijau. Biasanya, proses penghijauan ini memerlukan waktu sekitar satu minggu.
8.     Setelah menghijau, tambahkan lagi air hingga ketinggian 90 cm.
9.     Kolam tanah sudah siap dipakai dan Anda kini bisa masuk ke proses pembenihan.

2.    Budidaya Ikan Lele Dumbo di Kolam Terpal

Budidaya ikan lele dumbo di kolam terpal merupakan hal yang cukup populer di dunia peternakan lele. Selain mudah dibuat, kolam terpal bisa meminimalkan air yang merembes keluar dari kolam. Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat kolam ikan lele dumbo dengan terpal yaitu membuat kerangkanya dulu dari bambu ataupun kayu. Begini caranya:
1.     Cari dan buat fondasi yang kuat supaya kolam terpal tidak cepat rusak setelah dimasukkan air dan ikannya.
2.     Buatlah kerangka kolam dengan bentuk balok tanpa tutup.
3.     Sebelum membeli terpal, ukur dahulu kerangka kolam. Kerangka kolam yang kami sarankan sama seperti sebelumnya yaitu 7 x 5 meter dengan ketinggian 1 meter. Dengan ukuran tersebut, kami menyarankan Anda untuk membeli terpal dengan ukuran lebih dari 8 x 6 meter.
4.     Taruhlah terpal dengan pas.
5.     Isi terpal tersebut dengan air. Ingat! Lele bisa bertahan hidup lebih baik di air yang tidak bersih. Jika Anda menggunakan air berkaporit, biarkan air teresebut mengendap selama 3 hari sampai kaporit menguap.
6.     Jika air sudah bebas dari zat kaporit, maka Anda bisa langsung masuk ke proses pembenihan.

Proses Pembenihan

Untuk pembenihan, ada dua cara yang bisa Anda lakukan, yaitu membeli benih lele yang sudah ada atau melakukan pembibitan secara manual. Bila Anda adalah peternak pemula, maka kami sarankan untuk melakukan pembelian benih lele. Membeli benih lele yang sudah jadi bisa menghemat waktu Anda. Benih lele dumbo biasanya berukuran 5-7 sentimeter. Untuk pembenihan, sebarkan 50 ekor lele pada setiap satu meter perseginya.

Masa Pertumbuhan Ikan Lele

Isilah kolam terpal dengan air hingga mencapai ketinggian 40 sentimeter saja. Benih ikan lele yang masih berukuran kecil tidak memerlukan ruang yang besar untuk tumbuh. Seiring dengan bertambahnya ukuran mereka, Anda bisa menambahkan air secara berkala.
Setelah pertumbuhanya semakin dewasa, lele dumbo perlu dipisahkan karena pertumbuhan lele tidak semuanya sama. Lele dumbo yang telah berukuran besar harus disatukan dengan lele dumbo yang juga besar ukurannya. Begitu pula sebaiknya. Hal ini bertujuan agar ikan lele dumbo yang berukuran kecil bisa tumbuh dengan maksimal tanpa harus berebut makanan dengan lele lain yang ukurannya jauh lebih besar.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan untuk lele dumbo wajib Anda perhatikan. Jangan terlalu sedikit dan jangan pula terlalu banyak. Ketika Anda memberikan pakan lele terlalu banyak, maka hal tersebut dapat menyebabkan kematian untuk lele dumbo. Ini pakan untuk benih lele dumbo yang sesuai dengan usianya.
1.     Makanan awal lele dumbo adalah FF999. Berikan pakan ini hingga lele dumbo berumur 2 minggu
2.     Setelah 2 minggu, berikanlah Hi-Pro-Vite 781-2. Beri pakan ini sampai lele dumbo berumur 2 bulan
3.     Makanan lele dumbo selanjutnya adalah Hi-Pro-Vite 781. Pakan ini bisa diberikan hingga lele siap dipanen
Jangan lupa untuk diselingi dengan pakan-pakan alami seperti kerang, keong emas, dan bekicot. Selain harganya yang murah, pakan alami mengandung protein yang tinggi.

Masa Panen

cara beternak lele dumbo

Ikan lele dumbo dapat dipanen setelah 3 bulan masa pertumbuhan dari benih. Pada waktu ini, berat  lele antara 100-300 gram. Anda dapat memilah ikan lele yang sudah siap jual dan yang bisa diternak kembali.

Nah, itu tadi ulasan dan petunjuk mengenai caraternak lele dumbo pemula. Siap menjemput omzet dari bisnis lele dumbo? Ayo! Tungu apa lagi?

9 Cara Budidaya Ikan Gabus agar Cepat Panen dengan Hasil Melimpah

Januari 05, 2018
Ikan gabus menjadi salah satu jenis ikan konsumsi favorit banyak orang. Selain memiliki rasa yang nikmat, kandungan protein yang tinggi di dalam ikan gabus sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Untuk itu, kebutuhan ikan gabus di pasaran selalu tinggi. Hal inilah yang menjadikan budi daya ikan gabus sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Mau tahu cara budidaya ikan gabus yang baik? Ini dia ulasannya.
cara budidaya ikan gabus

Baca juga :
- budidaya ikan mas koi
- kiat sukses beternak ikan nila
- budidaya ikan cupang

1.    Pemilihan Tempat Budidaya Ikan Gabus

Budi daya ikan gabus dapat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa jenis media, seperti kolam terpal, kolam tanah, maupun kolam tembok atau beton. Pemilihan tempat budidaya ini dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda. Untuk menghemat modal awal dalam bisnis budi daya ikan tersebut, Anda pun bisa memilih cara budidaya ikan gabus kolam terpalatau kolam tanah.

2.     Pemilihan Indukan Ikan Gabus yang Berkualitas Baik

Jika media budi daya sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah memilih indukan ikan gabus betina dan jantan berkualitas baik, tanpa cacat, dan mampu bergerak lincah. Ikan gabus betina yang sehat memiliki ciri-ciri kepala berbentuk bulat, warna tubuh terang, perut berbentuk bulat, tubuh terasa lembek jika disentuh, dan jika diurut akan mengeluarkan banyak telur. Sedangkan ikan gabus jantan berkualitas baik memiliki ciri-ciri kepala berbentuk oval, warna tubuh gelap, lubang genital terlihat memerah, tubuhnya jika diurut akan mengeluarkan cairan bening.

3.    Proses Pemijahan Ikan Gabus

Pemijahan ikan adalah proses pelepasan sel sperma dan telur pada ikan yang akan menghasilkan pembuahan. Bagi Anda yang memilih cara budidaya ikan gabus kolam tembok atau beton, berikut beberapa langkah dalam proses pemijahan yang penting Anda lakukan.
·  Siapkan bak atau kolam sebagai media pemijahan ikan gabus, yaitu bak beton berukuran 7x4x2 m.
·       Keringkan kolam tersebut selama tiga hari, lalu isi dengan air setinggi 50 cm.
·       Selama proses pemijahan, Anda harus menjaga kondisi air agar tetap mengalir.
·   Tutup permukaan air kolam dengan memasukkan tanaman eceng gondok untuk mempercepat proses eksitasi.
·    Masukkan masing-masing 30 ekor indukan ikan gabus jantan dan betina ke dalam kolam, dan biarkan hingga indukan ikan gabus betina bertelur.
·       Ambillah telur-telur ikan gabus menggunakan scoopnet dengan jaring halus.
·   Masukkan telur-telur ikan gabus tersebut ke dalam akuarium untuk selanjutnya dilakukan proses penetasan.

4.    Penetasan Telur-Telur Ikan Gabus

Satu kali proses pemijahan biasanya dapat menghasilkan telur sebanyak 10.000 hingga 11.000 biji. Agar telur-telur ikan gabus dapat menetas dengan sempurna, sebaiknya Anda memperhatikan langkah-langkah proses penetesan telur ikan berikut ini.
·       Pakailah akuarium sebagai media penetasan dengan ukuran 65x45x45 cm.
·       Cuci bersih akuarium tersebut, lalu keringkan selama dua hari.
·       Isi akuarium dengan air hingga mencapai ketinggian 40 cm.
·       Pasanglah dua buah aerator dan pemanas hingga suhu air dalam akuarium mencapai 28o C.
·   Masukkan telur- telur ikan gabus ke dalam akuarium dengan kepadatan 4-6 butir/cm2.
·       Diamkan telur-telur ikan gabus tersebut hingga menetas menjadi larva dalam waktu 24 jam.
·       Diamkan larva-larva tersebut selama dua hari tanpa memberinya makan karena larva memiliki cadangan makanan sendiri.

5.    Pemeliharaan Larva Ikan Gabus dengan Baik

Saat telur telah menetas menjadi larva, langkah selanjutnya dalam proses cara budidaya ikan gabus adalah dengan merawat larva tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam tahap pemeliharaan larva ikan gabus.
·       Pelihara larva ikan gabus di dalam akuarium hingga usia 15 hari.
·   Berikan nauplius artemia sebagai makan bagi larva-larva secara teratur tiga kali sehari.
·    Gantilah air dalam akuarium secara rutin agar kondisi air selalu terjaga kebersihannya. Namun, penggantian air ini sebaiknya Anda lakukan hanya dengan mengganti setengahnya saja, tidak semuanya diganti.
cara budidaya ikan gabus

6.    Cara Budidaya Ikan Gabus dengan Kolam

Cara budi daya ikan gabus yang berikutnya adalah dengan mempersiapkan kolam sebagai tempat budi daya. Dalam mempersiapkan kolam, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.
·   Bagi Anda yang memilih cara budidaya ikan gabus kolam tembokatau beton, sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu kolam ikan berdinding beton dengan ukuran 2-5 meter.
·  Keringkan kolam tersebut selama seminggu, lalu ratakan dasar kolam dengan memberikan lapisan tanah bercampur pupuk kompos setebal 30 cm. Lalu, taburkan pupuk kapur dolomid ke permukaan kolam secara merata. Diamkan selama tiga hari agar pupuk larut dalam tanah dan menghasilkan pakan alami untuk ikan gabus.
·       Isi kolam dengan air dengan setinggi 50 cm, biarkan air tetap menggenang. Diamkan selama satu minggu.
·     Isi kembali kolam dengan air hingga mencapai ketinggian 100 cm dan bibit ikan gabus pun siap ditebarkan.

7.    Penebaran Bibit Ikan Gabus

Bibit ikan yang Anda bisa sebarkan ke kolam adalah bibit ikan yang sudah berumur dua minggu. Untuk menebar bibit ke kolam, sebaiknya jangan dilakukan secara langsung. Namun,masukkan terlebih dahulu bibit ikan ke dalam ember berisi air kolam, kemudian pindahkan ke kolam. Hal ini bertujuan agar ikan tidak stres dan dapat beradaptasi dengan habitat barunya. Proses penebaran bibit ini sebaiknya Anda lakukan pada pagi atau malam hari karena kondisi air cenderung stabil.

8.    Pemberian Pakan ikan gabus

Langkah cara budidaya ikan gabus yang berikutnya adalah pemberikan pakan ikan gabus. Berikan pakan ikan berupa pakan alami maupun buatan yang mengandung protein, lemak, dan karbohidrat. Pakan alami bisa berupa anak rayap, ikan teri, maupun kroto semut rangrang. Sedangkan, pakan buatan atau pelet dapat Anda beli di toko peternakan.

9.    Panen Ikan Gabus

Hal yang paling ditunggu setiap peternak ikan adalan saat masa panen ikan. Anda tidak perlu memanen ikan gabus seluruhnya secara langsung, tetapi Anda bisa memanennya secara bertahap sesuai dengan jumlah permintaan pasar.

Demikian beberapa cara budidaya ikan gabusyang penting untuk perhatikan dan praktikkan. Semoga bermanfaat ya.

3 Hal Dasar Kiat Sukses Beternak Ikan Nila

Desember 11, 2017
Bagi peternak ikan nila yang pemula atau pun bagi peternak yang memang sudah ahli dalam bidangnya diusahakan demi terwujudnya kiatsukses beternak ikan nila jangan sampai lupakan dan sepelekan 3 hal dasar selama proses pertumbuhan ikan nila. 3 hal ini jangan sampai dilupakan atau di sepelekan karena merupakan dasar yang sangat penting dalam menjalankan budidaya atau beternak ikan nila agar sukses dan menghasilkan panen yang bagus dan banyak. Ikan Nila ini adalah jenis ikan yang biasa di konsumsi dan merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar sehingga akan mudah untuk melakukan ternak ikan sejenis ini. Ikan nila juga termasuk jenis ikan yang banyak peminatnya di pasaran, sehingga beternak ikan nila ini dapat dijadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Untuk beberapa tahun ini sudah banyak masyarakat yang beternak ikan nila, karena keuntungan yang didapatkan sungguh menjanjikan.
kiat sukses beternak ikan nila

Baca juga :
- cara beternak ikan gurame di kolam terpal 
- cara beternak ikan lele di drum plastik 
- pakan alami untuk ikan lele 

Ikan nila termasuk ikan yang mudah untuk diternakan atau dibudidayakan,  adapun untuk menjalankan proses beternak ikan nila dapat di lakukan disekitar pekarangan rumah ataupun di lahan yang lebih luas dari pekarangan rumah, tergantung dari besarnya ternak yang akan dilakukan. Jadi bagi anda yang berminat untuk beternak ikan nila, baik beternak di sekitar pekarangan rumah ataupun di lahan yang lebih luas intinya yang penting lakukan kiat sukses beternak ikan nila dengan tidak sampai melupakan 3 hal dasar dalam beternak ikan nila ini. 3 hal dasar yang tak boleh dilupakan dalam proses beternak ikan nila ini diantaranya yaitu; 
  1. lokasi yang digunakan untuk beternak, 
  2. cara penyebaran bibit ikan nila ; dan 
  3. cara panen ketika ikan nila sudah sampai ke masa untuk di panen. 
Untuk lebih detail dan rincinya 3 hal dasar dalam beternak ikan nila ini akan dibahas lebih lanjutnya dibawah ini.

Syarat Lokasi Untuk Beternak Ikan Nila

3 hal yang tak boleh dilupakan dan disepelekan dalam terwujudnya kiat sukses beternak ikan nila salah satunya yaitu dalam pemilihan dan penentuan lokasi yang akan digunakan selama proses beternak ikan berlangsung, syarat dalam pemilihan lokasinya yaitu:
  • Tanah lempung tanah yang ideal untuk ternak ikan nila, sebab type tanah yang seperti ini akan mampu menahan massa air dan tidak mudah bocor.
  • Sangat cocok di ternak di dataran rendah dengan kisaran ketinggian 300m s/d 600m diatas permukaan laut.
  • Kualitas air diharuskan bersih dan terbebas dari bahan kimia maupun limbah pabrik yang berbahaya. 
  • Suhu air dalam kolam yang disarankan untuk beternak ikan nila adalah sekitar 25oC sampai 30oC.
  • Kadar garam pada air kolam diusahakan jangan lebih dari 35/ml.
  • Habitat ikan nila yang paling baik adalah dalam air yang ber PH netral yaitu kisaran 5 hingga 7.

Penebaran Bibit Dan Pemberian Pakan Dalam Beternak Ikan Nila

Dalam kiat sukses beternak ikan nila hal dasar yang kedua yang tak boleh di sepelekan selama proses beternak ikan nila yaitu dalam melakukan penebaran bibit dan pemberian pakan ikan nila, ikutilah langkah yang benar di bawah ini:
  • Tebarkan bibit ikan nila dengan ukuran ± 5cm s/d 10 cm dengan berat 25-30 gr/ekor.
  • Kapasitas yang ideal dalam beternak ikan nila adalah 10-15 ekor bibit ikan nilai dalam luas kolam 1m2.
  • Cara beternak ikan nila juga berkaitan dengan pemberian pakan pada bibit ikan nila dengan jumlah yang sesuai dan frekuensi teratur setiap hari terutama selama proses awal masa pendedaran. 
  • Jenis pakan yang biasa dan dapat diberikan pada ikan nila yaitu berupaampas kelapa, dedak, pellet (pakan buatan), ataupun sisa makanan yang memang layak untuk digunakan sebagaik pakan ikan nila.
  • Untuk sisa makanan yang dapat digunakan sebagai pakan ikan sebaiknya pilihlah sisa makanan dengan kadar minyak yang rendah, sebab apabila kadar minyak terlalu tinggi atau banyak nantinya justru akan menjadi racun bagi ikan nila itu sendiri.

Masa Panen Cara Beternak Ikan Nila

kiat sukses beternak ikan nila
Untuk hal dasar ketiga yang perlu diperhatikan dalam kiat sukses beternak ikan nila yaitu dalam masa panen ikan nila, hal dan langkah yang perlu anda perhatikan yaitu sebagai berikut:
  • Masa panen dalam beternak ikan nila umumnya setelah proses pemeliharaan ±5 s/d 6 bulan. Pada saat itu jika pada kondisi normal, berat ikan nila dari hasil beternak akan mencapai 500-600 gr/ekor. Kondisi normal yang dimaksud disini adalah apabila kondisi ikan selama proses pemeliharaan tidak terserang berbagai macam penyakit sehinnga pertumbuhan ikan maksimal. 
  • Untuk proses pemanenan ikan, apabila kondisi berat ikan nila tidak sama besar maka dilakukan dengan cara menjaring ikannila dengan berat ikan yang sudah memenuhi kriteria dari pelanggan atau permintaan pasar. Adapun untuk ikan yang belum memenuhi berat yang telah di kriteriakan, jangan dulu di panen. 
  • Sebaliknya jika ikan nila tumbuh besar serempak, maka cara panennya dilakukan pengurasan air secara total yang terdapat pada kolam. 
Baca juga :
- cara beternak ikan gurame di kolam terpal 
- cara beternak ikan lele di drum plastik 
- pakan alami untuk ikan lele 
 

Itulah tiga hal dasar yang tak boleh disepelekan dalam beternak ikan nila baik oleh peternak pemula ataupun oleh peternak yang sudah ahli. Apabila dalam mewujudkan kiat sukses beternak ikan nila ketiga hal dasar ini diperhatikan dan juga dilakukan dengan baik maka sudah dapat dipastikan dari hasil beternak ikan nila ini akan menghasilkan bisnis yang menguntungkan bagi yang beternaknya. Adapun kolam yang digunakan untuk beternak ikan nila ini ada yang menggunkan kolam dari galian tanah ataupun dengan media kolam terpal.

Tekhnik Tips & Cara Kiat Sukses Budidaya Gurame Di Kolam Terpal Dengan Lahan Sempit

Desember 10, 2017
Bagi anda yang berminat ingin mencoba untuk membudidayakan ikan gurame tetapi mempunyai kendala dalam lahan, tidak memiliki lahan yang luas untuk kolamnya, maka anda tak usah khawatir karena dalam pembahasan kali ini akan kita kupas tentang tekhnik tips dan cara kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal dengan memanfaatkan  lahan yang sempit. Mengapa harus memilih budidaya ikan gurame? Hal ini dikarenakan bahwa gurame sendiri merupakan jenis ikan yang tidak sulit dan sangat mudah untuk di budidayakan sehingga resiko kegagalan kemungkinannya kecil, tentunya harus dibarengi juga dalam pemeliharaan yang anda lakukan baik dan maksimal.  

Baca juga :

Selain itu, tekhnik langkah tips dan cara kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal, mengapa harus menggunakan terpal sebagai kolamnya? Kolam terpal ini sendiri merupakan solusi terbaik bagi anda yang ingin melakukan budidaya gurame yang tidak memiliki lahan cukup luas, jadi meskipun anda memiliki lahan yang sempit anda masih tetap bisa melakukan budidaya gurame yaitu dengan memanfaatkan kolam terpal ini. Memang pada dasarnya dalam pemeliharaan ikan gurame ini anda membutuhkan air yang cukup, tetapi dengan kolam terpal juga masih tetap bisa dilakukan yang penting banyak air di kolam dengan banyak ikan gurame yang ada di kolamnya seimbang. Walaupun budidaya ikan gurame ini hanya di kolam terpal, tetapi yang penting anda merawatnya dengan benar dan baik maka ikan gurame ini akan tetap tumbuh dengan baik.  
kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal

Tekhnik atau Cara Untuk Merancang Kolam Terpal Budidaya Gurame 

Ada dua jenis tekhnik atau cara untuk merancang kolam terpal yang dapat anda lakukan, caranya yaitu sebagai berikut:
  • Cara dengan jenis pertama dengan proses penggalian yaitu: melakukan penggalian lahan atau tanah 1 m2 dengan kedalaman 90 cm lalu kemudian pasangkan terpal pada tanah galian tersebut. 
  • Cara dengan jenis yang kedua tanpa proses penggalian yaitu: pasangkan terpal pada permukaan tanah dengan menggunakan bantuan rangka dari besi kayu atau bambu, kemudian terpal dirangkai menyerupai bak, beban terpal juga jangan terlalu berat sewaktu diberi air. Dalam cara yang kedua ini akan lebih memudahkan anda dalam mewujudkan kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal karena selama proses pemeliharaan, penggantian dan pembersihan kolam dapat dilakukan dengan mudah, anda juga dapat mengeluarkan kotoran dalam kolam dengan mudah, sehingga kesehatan dan kebersihan air dalam kolam tetap terjaga. 

Tips Menjaga Keseimbangan Air dan Kesehatan Ikan Selama Proses Kiat Sukses Budidaya Gurame Di Kolam Terpal Agar Gurame Tetap Tumbuh

Menjaga keseimbangan air dan ikan gurame di kolam terpal sangat penting untuk diketahui, karena hal ini merupakan bagian yang harus anda perhatikan dalam kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal agar terwujudnya budidaya gurame yang sukses dan meminimalisir terjadinya kegagalan selama proses pembudidayaan. Jadi tips yang harus anda ketahui yaitu sebagai berikut:
  1. Kolam terpal sangat fleksibel, jadi untuk penempatannya dapat disimpan/dirancang dilahan manapun. Bisa di pekarangan rumah, lahan pesawahan, perkebunan atau lahan yang memungkinkan untuk bubdidaya gurame.
  2. Karena terpal mengandung unsur kimia maka sebelum pemasangan, terlebih dahulu terpalnya di cuci dan dibersihkan untuk menghilangkan penyakit dan zat yang berbahaya bagi ikan gurame.
  3. Taburi garam 2ons/m3 Untuk membunuh patogen dalam kolam yang telah terisi air.  
  4. Pastikan ikan gurame yang akan di budidayakan tidak mengandung bibit penyakit, jika ada gurame yang terkena penyakit maka karantinakan terlebih dulu sebelum di masukan ke kolam.
  5. Lakukan adaptasi dalam penebaran benih ikan gurame, sebelum benih di tebar perlu diadaptasikan terlebih dulu agar gurame tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Caranya yaitu: masukan benih yang masih terbungkus plastik ke dalam kolam dan tunggu hingga dinding plastik mengembun. Setelah mengembun itu tandanya suhu air kolam dengan air pada plastik sudah sama, maka sedikit demi sedikit benih tersebut dapat di lepaskan dari bungkusnya dan menyatu dengan air kolam. 
  6. Jika ukuran kolam terpal tidak besar maka jangan menampung ikan gurame dengan jumlah besar dalam kolamnya.  Jika tetap dipaksakan maka ikan gurame akan mati. 
  7. Jumlah ikan gurame harus disesuaikan dengan ukuran kolam terpal yang anda rancang, untuk kolam terpal dengan ukuran 1m2 dengan kedalaman ± 1m maka kolam dapat diisi dengan 10 ekor gurame dengan berat 2,5ons. 
  8. Kurangi jumlah ikan dalam kolam terpal atau pindahkan/pisahkan sebagaian gurame ke kolam terpal lain apabila gurame sudah tumbuh besar. Jika tidak maka lakukanlah penambahan filter air yang memadai, caranya yaitu; mengalirkan air ke kolam terpal dengan pompa kesuatu sistem filter, setelah melalui filter maka air akan masuk kembali ke kolam. 
  9.  
kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal
Tips selanjutnya yaitu mengenai jenis pakan yang diberikan pada ikan gurame agar tetap tumbuh dengan baik yaitu: pakan buatan/pellet, daun talas/ keladi, daun sente, daun singkong, daun kangkung daun ubi jalar, daun pepaya, tauge, labu, jagung rebus, dedak, ampas tahu, dan bungkil kacang.
Pada budidaya ikan gurame dengan kolam terpal ini hindari pemberian pakan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Pakan dan kotoran ikan yang menyatu dalam kolam mengandung zat amoniak yang dapat menjadi racun dengan jumlah tertentu bagi gurame. Selain pemberian pakan dengan jumlah dan frekuensi teratur agar kiat sukses budidaya gurame di kolam terpal terwujud dan berhasil hal lain yang harus diperhatikan adalah kualitas air yang harus terjaga kebersihannya agar gurame tetap sehat dan tumbuh dengan baik. 

Baca juga :